Diperbudak Opini Orang Lain
"Pada dasarnya opini orang lain merupakan faktor eksternal yang tidak dapat kita kendalikan."
Dapat kita lihat pada kehidupan sehari-hari bahwa tekanan opini orang lain ini sangat nyata. Tanpa kita sadar, seringkali kita berencana dan bertindak demi mengikuti pendapat orang lain.
Kita mengikuti pendapat orang lain tidak hanya pada hal-hal besar, bahkan pada hal-hal sepele juga sama. Memusingkan bagaimana penilaian orang lain terhadap postingan kita, memusingkan penilaian orang lain mengenai pakaian yang kita pakai, pekerjaan yang kita jalani, pasangan yang kita pilih. Kita terlalu diperbudak opini orang lain mengenai bagaimana keputusan hidup kita ke depannya.
Ini sudah tidak sehat. Sebenarnya tidak ada salahnya mendengarkan pendapat orang lain mengenai diri kita selagi masih dalam dosis yang wajar. Tapi kalau kasusnya seperti di atas, saya rasa ini sudah tidak sehat.
Opini-opini tersebut sudah memperbudak dan memenjarakan kita. Kita kehilangan kebebasan untuk menentukan bagaimana dan apa yang ingin kita pilih. Jika semuanya dilakukan tidak dengan kebebasan, melainkan untuk menuruti pendapat orang lain apa bedanya kita dengan budak?
Seperti yang saya katakan di awal tadi, bahwa,
"Opini orang lain merupakan faktor eksternal yang tidak bisa kita jamin opininya akan selalu sama."
Hari ini mereka berpendapat A keesokan harinya mereka berpendapat B. Tidak akan ada habisnya jika kita terus mengikutinya. Opini tersebut bisa sewaktu-waktu berubah sesuka hati mereka.
Maka dari itu,
Berikanlah kebebasan untuk dirimu sendiri. Kamu lebih tahu apa yang baik untukmu dan tidak baik untukmu. Mereka hanya menilai dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar saja. Mereka tidak sebenar-benarnya tahu tentangmu.
Saya harap, kedepannya hal-hal yang kamu lakukan merupakan hasil dari keputusan dan pertimbanganmu sendiri, murni dari proses berpikirmu sendiri bukan karena keterpaksaan mengikuti opini orang lain yang akhirnya membuatmu tidak nyaman.


Komentar
Posting Komentar