Katanya, "Dia Anak Durhaka."

Bagi beberapa orang, memaafkan orang tua sendiri adalah hal yang tidak mudah. Apakah kamu termasuk salah satunya? 



Beberapa dari kita sudah berusaha sekeras mungkin untuk bertahan dan melanjutkan hidup meskipun seringkali berpikir untuk berhenti sebelum waktunya. 


Lelah dan bingung harus bagaimana dan pergi ke mana. 


Bahkan beberapa dari kita tidak hanya menyimpan luka bathin tetapi juga beberapa luka lebam dan memar yang menghiasi tubuh indah yang sudah Tuhan ciptakan. Yang menyedihkannya adalah segala ukiran yang bermacam-macam tersebut diciptakan oleh orang yang mereka bilang harus dihormati apapun keputusannya. 


`Kini, satu-satunya peluk yang kamu miliki adalah pelukan dingin dari dirimu sendiri yang terluka.`


Rumah yang dulu penuh kehangatan kini berubah layaknya udara di penghujung malam yang begitu dingin dan kosong. 

Entah bagaimana cara menyembunyikannya.

Entah harus berapa banyak cara yang harus dilakukan untuk menyembunyikan tangis yang kamu tahan dengan paksa itu. 

Bahkan untuk menangis saja air matamu sukar untuk menampakkan rupanya. 



Mereka mengatakan bahwa kamu terlalu cengeng. 

Beberapanya lagi mengatakan bahwa kamu terlalu keras dengan dirimu sendiri. 

Tetapi, kamu adalah kamu. 



Kamu berhak untuk memilih apa yang menurutmu baik; mereka tidak mengerti bagaimana kamu yang sebenarnya dan apa yang sedang kamu rasakan. 



Dibutuhkan waktu yang tidak singkat, dibutuhkan kelapangan hati yang begitu luas untuk bisa menerima, memaafkan dan berdamai dengan semua yang telah terjadi. 

It's ok. 

Seberat apapun beban di pundakmu, jangan diakhiri sebelum ajal menjemputmu ya.... 

Seburuk apapun jalan hidupmu saat ini, semoga lekas menemukan jalan baiknya. 

Kalau dirasa kamu kurang beruntung dalam hubungan apapun, semoga kamu beruntung untuk masa depan yang lebih baik dan versi dirimu yang jauh lebih baik dan kuat dari ini. 


`Semua orang memiliki masa lalu. Tetapi seburuk apapun masa lalu hanyalah masa lalu, yang akan berlalu dan tergantikan seiring kamu bertumbuh dewasa.`


`Siapapun berhak jadi apapun untuk masa depan yang lebih baik.`


Lihat dirimu yang sekarang... semoga dirimu yang akan datang jauh lebih bahagia secara nyata bukan lagi sandiwara belaka.









Komentar

Postingan Populer