Senayan Malam Itu


Sepulang dari Senayan. 

Helm ojek online terpasang manis di kepalaku.

Malam itu aku memutuskan pulang lebih dulu.

Lambaian tanganku menutup pertemuan kami hari itu.

"Hati-hati di jalan ya pak, titip pacar saya." Bapaknya tersenyum mengiyakan. Aku juga tersenyum sekaligus kecewa. Karena sejujurnya aku masih ingin berlama-lama di sana.


Motor melesat semakin jauh dari Senayan.

Jalanan semakin lengang, udara juga semakin terasa menusuk kulit.

Hanya tersisa hening antara aku dan bapak ojol.

Perasaanku terasa aneh.

Aku merasa sedih, kosong, senang dalam waktu bersamaan.

Kupikir, aku sedikit nekat.

Aku berusaha untuk melempar dadu untuk terakhir kalinya dan berharap kali ini aku pemenangnya.

Aku memang tidak sepenuhnya yakin. Tetapi rasanya aku tidak lagi memiliki banyak energi untuk kembali merasakan kekalahan.

Aku sangat berharap ini yang terakhir kalinya. Aku berdoa dialah yang akan jadi orangnya.


Tetapi, takdir kehidupan bukan aku yang punya.





Dan benar saja. 

Beberapa waktu setelah malam itu, kami berakhir begitu saja.

Pahit.

Dan aku tidak bertindak banyak.

Aku tidak menahannya untuk pergi seperti hari-hari kemarin.

Aku tidak banyak memberi penjelasan.

Kubiarkan semua selesai.

Pada akhirnya aku kembali merasakan kekalahan untuk kesekian kalinya. 


Kali ini aku hanya bisa tersenyum.

Energiku bukan lagi tersisa, tetapi sudah habis.

Aku tidak tahu apakah suatu hari aku bisa memberikan perasaan sepenuh ini lagi atau tidak.

Aku tidak yakin.

Dan tidak mudah untuk percaya lagi.

Komentar

Postingan Populer