Manusia juga Bisa Kadaluwarsa


Melihat teman-temanmu kini mulai sibuk dengan dunianya, dengan mimpi-mimpi besarnya, dengan pasangan hidupnya dan kamu masih disini.


Melihat satu persatu temanmu mulai menemukan pasangannya, menjalin hubungan asmara. Begitu bucinnya mereka dan kamu masih disini. Sendiri. 


Gak apa-apa, ini bukan tentang kenapa kamu sampai hari ini masih betah untuk tidak menerima orang baru masuk ke dalam hatimu. Barangkali memang bagusnya begitu.


Masih banyak yang harus dikejar dan kau begitu takut untuk memulainya lagi. Kau takut hubungan tersebut justru mengganggu fokusmu. Kau takut terluka lagi. Kau begitu lelah mengulangi fase tersebut dengan akhir yang sama. Menyakitkan.


Tetapi kau harus tahu bahwa manusia juga bisa kadaluwarsa dan kau perlu menggantinya dengan yang baru. 


Temanmu akan hilang dan pergi pada saatnya, sahabatmu, orang-orang yang kau kenal begitu juga gebetanmu. Siap atau tidak, kau harus memulainya lagi. Berkenalan dengan orang baru untuk hidup yang baru. Untuk pengalaman dan kisahmu yang baru.


Kau tidak akan terus menerus berada di tempat itu meratapi nasibmu yang menyedihkan itu bukan? 


Aku mengerti, ini hal yang begitu sulit. Tapi, mereka pun melakukan hal yang sama.


"Pergi untuk meninggalkan atau menunggu untuk ditinggalkan."


Siap mendengar selamat tinggal untuk selamat datang di kisah yang baru. 


Kau tidak bisa terus menerus hidup di masa lalu sedangkan orang-orang di masa lalumu itu sudah menemukan orang-orang baru di hidup mereka. 




Komentar

Postingan Populer