Terima kasih Sudah Bertahan

Akan ada satu pagi dalam hidup dimana kamu hanya ingin tertidur pulas sehari penuh. Menghabiskan waktu dengan tidur tanpa gangguan apapun.


Karena hanya ketika matamu terpejam lah kamu bisa beristirahat dari lelahnya perjalanan ini. Begitu menikmatinya hingga beberapa dari teman senasibmu memilih untuk tidur dengan harapan tidak terbangun lagi.


Namun, Tuhan masih memberikan kesempatan berharga itu kepadamu. Kamu terbangun dari tidur dengan rasa lelah yang tak kunjung hilang. Kamu menghembuskan napas yang begitu berat. Impianmu untuk tidur pulas sehari penuh ini musnah karena masih ada kewajiban yang harus kamu lakukan. 


Kamu duduk termenung di bibir kasur sebelum ragamu dipaksa untuk hidup sekali lagi. Tubuh yang lunglai dengan ekspresi datarmu, rambut yang acak-acakkan seperti isi otakmu itu... lagi-lagi dipaksa untuk baik-baik saja padahal kenyataannya kamu sedang tidak baik-baik saja. 


Kamu bertemu dengan teman-temanmu, mereka sepertinya kesal melihat wajahmu itu. 

"Lo kenapa lagi sih? Ayo dong semangat! Kayaknya berat banget masalah lo. Udah ah jangan terlalu dipikirin."


Nyatanya, kamu tidak merasakan gairah untuk terus hidup. Kata-kata motivasi tersebut terdengar seperti angin belaka. Mereka tanya, "kenapa?" padahal kamu sendiri juga gak tau jelas apa yang terjadi pada dirimu dan kenapa kamu seperti ini. Yang kamu rasakan hanya perasaan hampa, sepi dan kosong. 


`Terjebak di keramaian kepalamu sendiri. Merasa begitu sepi meskipun sedang berada di tengah keramaian.`


"Gue capek deh."


"Tapi... yaudah mau gimana lagi. Orang lain gak peduli juga, lagian gue harus profesional sama apa yang udah jadi tanggung jawab gue. Tapi... Gue capek."


Kamu sibuk berbincang-bincang bahkan berdebat dengan isi kepalamu sendiri. Terlalu kusut dan rumit hingga kepalamu terasa semakin pusing. 


Keesokan harinya kamu terbangun lagi dari tidurmu dan masih sama seperti kemarin. Tidak ada gairah untuk melanjutkan hidup. Baru saja matamu terjaga tapi semua pikiran-pikiranmu yang bercabang itu sudah memenuhi kepalamu dan ini sangat menjengkelkan. 


Bagi sebagian orang mungkin hidup se-melelahkan itu, tapi...

Terima kasih banyak sudah bertahan sejauh ini.

Sudah berjalan sedikit demi sedikit walaupun tujuan dan motivasimu mungkin udah gak tau kemana larinya.

Terima kasih sudah mau bertahan sekali lagi di setiap harinya.

Terima kasih karena kamu masih memilih untuk tetap melanjutkan hidup disaat fase-fase terberat dalam hidupmu datang.


Sehat selalu.

Mungkin memang gak mudah, mungkin ini berat banget buat kamu. Tapi kamu keren banget.

Sadar gak sih kalau kamu sekeren dan sekuat ini?

Aku yakin ini bukan kali pertama kamu ada di titik ini dan aku berterima kasih banget sama kamu.

Gapapa, kalau capek jangan ragu buat ngakuin kalau kamu emang lagi capek. Semangat yaa, semoga harimu menyenangkan.

Kalaupun enggak, semoga kamu masih mau bertahan sekali lagi yaaa <3





Komentar

Postingan Populer