Losing Us
Aku menolak sadar, bahwa kamu disana sudah menemukan penggantiku.
Seseorang yang akhir-akhir ini menemani malammu menuju mimpi-mimpi indahmu.
Seseorang yang membuatmu tersenyum di pagi hari karena notifikasinya yang muncul disana dengan secuil pesan biasa, namun berhasil membuat hatimu berbunga-bunga.
Perasaan ingin tau segala hal tentang dia.
Perlahan melupakan aku yang masih saja berada di dalam kubangan kenangan.
Masih belum beranjak, sebab kupikir tokohnya hanya aku.
Sebab kupikir tujuanmu hanya aku.
Sampai aku tau kenyataan pahitnya, memang aku tidak se-spesial itu di hatimu.
Kamu menemukan cinta barumu.
Yang tiap harinya membuat hatimu semakin menggebu-gebu.
Dan aku disini.
Mencoba merakit kembali ceritaku.
Mencoba untuk memaafkan diriku sendiri.
Karena ternyata, aku tidak se-spesial itu di matamu.
Seseorang itu telah berhasil membuatmu mati penasaran
Seseorang itu telah berhasil mengalihkan perasaanmu dariku
Seseorang itu mampu membuatmu lupa akan kita di hari kemarin.
Kamu sudah sembuh se-singkat itu.
Sedangkan aku?
Kudengar segala hal tentang dirinya akhir-akhir ini membuatmu begitu tertarik untuk menyelaminya.
Apapun; asalkan tentang dia.
Kamu selalu bisa dan akan selalu mengusahakan untuk mendapatkannya.
Sedangkan aku?
Mungkin kamu juga tau, bahwa...
"Di dalam hubungan dengan jangka waktu yang lama; acap kali ego membuat kita lupa dengan tujuan awal kita memulai."
Seringkali kita bertengkar, beradu argumen, menangis lalu kembali menertawakan masalah tersebut.
Di hari kemarin kita selalu bisa melaluinya.
Tapi mungkin, ini sudah terlalu melelahkan.
Aku tau, barang baru memang terlihat lebih mengasyikkan.
Fitur apa saja yang ada di barang baru, mungkin terlihat lebih menarik untuk ditelusuri.
Terlihat lebih fresh dan manis.
Menyedihkan.
Ternyata apa-apa di hari kemarin tidak ada artinya sama sekali.
Ternyata semua yang kuusahakan terlihat seperti sapuan ombak di bibir pantai;
Yang kamu dekati, kemudian aku berusaha mengejarmu lalu kamu kembali berlari menjauh.
Membiarkanku kembali ke tempatku berasal.
Dan bodohnya, aku larut dalam permainan itu dalam waktu yang terbilang lama.
Sampai akhirnya aku sadar, ternyata tidak perlu se-berusaha itu lagi.
Karena aku akan tetap berjalan mengikuti takdir kehidupan.
Ada atau tidaknya kamu.
Dengan atau tidak denganmu.
Aku akan terus melangkah, menapaki jalan-jalan yang belum aku pijaki.
Sendiri, tidak lagi denganmu.



Komentar
Posting Komentar