Tentang Sore, Bandung dan Kenyataan Itu


Sebelum Bandung terasa lebih dingin dari biasanya. 

Di mana tawamu tidak lagi mengisi jok belakang motorku.

Tidak ada lagi momen helm bertubrukan setiap sepuluh menit sekali yang terasa agak konyol dan lucu.

Tidak ada lagi genggaman jarimu di ujung jaket denimku. 

Tidak ada lagi pantulan wajah dengan mata berbinarmu itu di kaca spionku. 


Sebelum hari-hari itu datang.

Aku akan memasang telingaku dengan baik untuk mendengarkan celotehanmu di sepanjang jalanan Kota Bandung sembari menjemput senja. 

Merekam suara tawamu dengan ingatan yang sangat baik, dan menatap kedua netramu dengan sorot mata yang meneduhkan itu lebih lama dari biasanya. 


Aku juga akan menyimpan aroma parfum pink chiffonmu yang sering kamu pakai setiap kali kita bertemu. 

Aku benar-benar tidak ingin melewatkan hal kecil dan sepele tentangmu dari ingatanku. 

Takut jika suatu saat nanti aku akan menyesal karena tidak menyimpannya dengan baik dan kesempatan untuk memulainya kembali tidak pernah ada. 


https://pin.it/2hwY0bMnh
source: https://pin.it/2hwY0bMnh


Bandung yang terasa lebih hangat dan menyenangkan untuk dijelajahi. 

Aku dan Honda CB100 ku; dengan senang hati mengantarkanmu pada setiap sudut kota kelahiranmu. 

Menyusuri jalanan Buah Batu, Dago, Jalan Asia Afrika, Braga City Walk beserta perintilannya, hingga melewati Dayeuhkolot di musim penghujan yang memacu adrenalin setiap pengendara yang melewatinya. 


Berbincang-bincang mengenai banyak hal yang 'agak' penting sampai yang  paling tidak penting.

Atau pertanyaan yang kamu lontarkan tentang, 

"Mengapa bodi motor tuamu berkarat?" "Mengapa kamu lebih suka warna merah maroon dan warna hitam?" 

"Mengapa nama 'Tejoe' yang dipilih untuk menamakan motormu?"

"Mengapa kucing kecilmu dinamakan Saepul?" 

"Mengapa lebih suka menghabiskan uang untuk memperbaiki motor tuamu berkali-kali ketimbang menggantinya dengan motor model terbaru?"


Lalu, aku akan menjelaskan dengan jawaban yang ringan tentang sulit sekaligus serunya menjaga barang lawas yang begitu berharga bagiku. 



`Tentang mengapa lebih sulit untuk mempertahankan dan merawat sesuatu yang terbilang sudah lama ketimbang menggantinya dengan yang baru.`



Lalu aku akan balik bertanya, "Mengapa banyak insan yang gemar meromantisasi Bandung dengan kalimat, 'Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum'?" 

"Mengapa penggalan lirik lagu milik Pidi Baiq berjudul 'Dan Bandung' seolah menjadi sebuah ritual yang wajib dijadikan backsound video pendek yang diambil setiap kali menginjakkan kaki di Kota Bandung kemudian menyusuri sepanjang jalan Asia-Afrika, Braga, Dago-Dipatiukur, hingga melewati Jalan Layang Pasupati?" 

"Mengapa banyak pasangan kekasih yang memuja-muja bagaimana kehidupan di Kota Bandung berjalan bagi siapa saja yang singgah di sana bersama kekasih atau pasangan hidupnya? Hingga melupakan lampu merah yang angkanya tidak masuk akal itu?"


Kemudian kamu tertawa mengiyakan,


`Seseorang telah menjadi alasan tertentu mengapa suatu tempat yang biasa saja terasa begitu istimewa. Seseorang yang membuat kita lebih sabar dari biasanya. Selama dalam kegiatan menunggu itu; ada dia yang membersamai."



Aku mendengarkanmu dengan seksama, benar juga. 

Seseorang telah menjadi alasanku, mengapa aku bisa lebih sabar membiarkan waktuku menguap begitu saja di lampu lalu lintas Bandung.

Bukan, bukan karena jatuh cinta dengan lampu lalu lintasnya atau Bandung itu sendiri; tetapi karena seseorang yang sedang membersamaiku ketika itu. 

Dia yang membuat waktu begitu cepat berlalu, dia yang membuat kegiatan menunggu bukan sesuatu yang menyebalkan untuk dilakukan. 

Selagi bersama dia, aku rela. Aku ikhlas. 


Kemudian aku berandai-andai jika suatu saat, pada akhirnya kita tidak bisa pulang ke rumah yang sama.

Bayangan di mana mungkin... kelak kita akan kembali mendatangi kota ini dengan perasaan yang berbeda. 

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. 

Aku berharap, ini hanya sebatas angan-angan burukku saja. 

Karena, tidak mungkin aku membawanya sejauh ini hanya untuk berpisah di kemudian hari. 

Aku ingin lebih dari menemani senang dan sedihnya, aku ingin ada di dalam cerita-cerita dan kisah hidupnya sekarang ataupun yang akan datang. 

Aku ingin, dia menjadi akhir dari segala kisah patah hatiku di waktu yang sudah berlalu. 


`Biarkanlah Bandung menjadi kota dimana jatuh cinta terasa begitu memabukkan bagi kalangan muda.`


Ah, sialan. 

Ternyata angan-angan burukku benar-benar terwujud. 

Kini yang tersisa dari kisah kami hanyalah rasa sunyi di tengah keramaian yang terus membayangi. 

Kenyataan bahwa dulu kami pernah ada, pernah melangkah  beriringan, menjadi teman seperjalanan namun ternyata benar-benar tidak bisa kubawa pulang. 

Tidak juga lahir sebagai cerita lucu yang akan aku atau bahkan kami berdua ceritakan di hadapan anak cucu kami berdua. 

Cukup disimpan sebagai ingatan bahwa dulu... pernah ada dua muda-mudi yang menaruh harapan bahwa cerita mereka berdua akan abadi di kota yang sering diagung-agungkan pada bait-bait puisi itu. 


Kini... Bandung benar-benar sudah terasa begitu dingin. Dan... cukup menyedihkan. 

Aku meninggalkan Kota Bandung tempat  kelahirannya ini dan memilih untuk pergi ke kota lain. 

Menanggalkan patah hatiku yang ternyata harus aku hadapi lagi. 


Kami gagal menikmati Bandung dengan cinta; yang aku sempat sedikit berharap akan abadi. 

Kami juga tidak menikmati hari-hari tua di sana. 

Kami berdua... benar-benar sudah selesai. 

Kami seperti sudah menyiapkan bekal untuk perpisahan ini, dan oleh-oleh yang kudapat dari kota yang begitu magis bagi para pujangga dan bujangan yang sedang jatuh cinta itu ternyata; sebuah rasa keikhlasan. 

Keikhlasan untuk melepaskan dan merelakan sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untukku.

Dan melepaskannya untuk kehidupannya yang baru; tanpaku. 



Komentar

  1. keren banget kak, aku jadi pembaca agak setia kakak

    BalasHapus
  2. the real bkn tentang tempatny tapi bersama siapa kita dateng ke sana huhuu

    BalasHapus
  3. waaaaa kerenn bgt!!! proud of u sistah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaa thankk uuuu sistah 🥰

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer