Melangkah Tanpamu 'Lagi'
`Pada akhirnya masing-masing dari mereka memilih untuk menerima perpisahan itu.`
Meskipun ada pihak yang tidak benar-benar ingin berpisah.
Ada pihak yang juga tidak benar-benar ikhlas untuk saling melepaskan.
Perpisahan itu harus menjadi akhir dari kisah yang sejujurnya masih ingin dipertahankan.
Masing-masing merasa tangan yang lain tidak lagi menggenggam; dan tidak juga ingin digenggam.
Meskipun kenyataannya keduanya sudah banyak menumpahkan air matanya di dalam hubungan yang dirasa membingungkan sekaligus menyakitkan bagi keduanya itu.
`Mengikhlaskan adalah kebohongan yang terasa begitu pahit bagi keduanya. Rasanya sudah tidak mampu melangkah ke tempat lain, tetapi bertahan dengan keadaan yang seperti itu juga sangat menyakitkan.`
Hidup harus terus berjalan.
Meskipun hanya satu yang benar-benar berhasil untuk beranjak; dan yang satunya lagi masih tertinggal di sana.
Menutup ruang yang sebelumnya begitu berwarna di hatinya, dibiarkannya ruang itu kosong meskipun terasa agak menakutkan.
Padahal ia sendiri tau, bahwa yang lebih menakutkan adalah hari-hari setelah perpisahan itu sendiri.
Ia harus merangkai kembali separuh jiwanya yang hilang.
Belajar merangkak lagi.
Belajar untuk berjalan tanpa sosok itu lagi di sisinya.
Menerima bahwa di hari-hari yang akan datang, ia harus kembali berjalan sendirian.
Sekotak memori menariknya dengan cepat ke belakang.
Saat-saat dimana dirinya dan si 'dia' bertemu dan berkenalan.
Saat-saat dimana malam rasanya berlalu dengan begitu cepat.
Foto-foto manis yang ia kirimkan dengan senang hati setiap sedang melakukan aktivitas.
Cerita-cerita sederhana yang ia bagikan.
`Hari di mana waktu berlalu begitu cepat dan menyenangkan.`
Seperkian detik kemudian, ia seperti ditarik lagi ke titik dimana ia terdiam di badan kasur.
Mencoba bertanya kembali ke dalam dirinya,
"Sebenarnya apa yang salah dengan dirinya? mengapa perpisahan harus jadi akhir dari cerita yang ia harap bisa sampai pelaminan ini? mengapa dari banyaknya kehilangan ia harus kembali merasakan kehilangan yang seperti ini lagi?"
Sayangnya... ia benar-benar tidak menemukan jawabannya.


Komentar
Posting Komentar