Seorang Ibu pun Tetap Butuh Ibu

Sepeninggal nenekku yang tak lain adalah ibundanya ibuku. Aku menyadari bahwa setelah menjadi seorang ibu pun; ibuku masih butuh peran seorang "ibu" di hidup beliau. Sosok ibu yang perannya tidak akan bisa tergantikan. 


Selagi ada ibu, maka seberat apapun hidup.
Semua akan baik-baik saja. 


Meskipun ibu bisa dikatakan hampir memasuki kategori lansia. Ibu tetap memiliki jiwa anak kecil yang sesekali merasa; tidak ada tempat pulang yang lebih hangat setelah pertarungan kehidupan di luar sana selain senyuman dan pelukan ibundanya beliau (nenekku) 


Aku mengamati setiap gerak gerik ibu. 

Berusaha membaca apa yang sedang ibu pikirkan, hal apa yang sedang mengganggunya, atau perasaan-perasaan yang ibu sembunyikan dariku dan anak-anaknya. 

Kemudian aku menyadari beberapa hal, seiring nominal umurku yang kian bertambah setiap tahun juga berkurangnya waktu hidupku ini; aku mulai memahami bahwa sama sepertiku, ibu juga memiliki luka beserta keresahan hidup yang mungkin seumur hidupnya tidak pernah beliau bagikan kepada siapapun. 


Ini kali pertama ibu hidup.

Berbekal keyakinan dan tekad yang kuat, ibu belajar untuk melewati setiap fase kehidupannya dengan cara sebaik-baiknya. 

Mungkin, di masa itu ibu juga pernah merasa  bingung ketika menginjak fase dewasa. 

Menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya.

Mengusahakan yang terbaik, memberikan yang terbaik, meskipun semua harus melalui proses yang begitu panjang hingga ibu bisa belajar dari hal-hal yang sudah berlalu. 

Hingga kelak ibu melihat anak-anak kecilnya tumbuh dewasa dan memulai hidup barunya dengan pasangan hidupnya dan pergi berkelana mencari makna hidup mereka di dunia luar. 



Sesekali rasa sepi datang menghampiri. 

Ibu butuh teman untuk bertukar cerita dan keresahan isi kepala. 

Risau dengan masa depan anak-anaknya. Kekhawatiran-kekhawatiran mengenai apakah beliau masih bisa menemani semua anak-anaknya meraih mimpinya dan memulai hidup baru tanpa bimbingan dan andilnya? 


Mana yang lebih dulu tiba? 

Apakah Tuhan memberinya kesempatan untuk menyaksikan setiap fase kehidupan yang dijalani semua anak-anaknya? 

Pertanyaan-pertanyaan yang terjebak di dalam kepala yang tumpah di atas sajadah. 

Iringan doa yang mengantarkan anak-anaknya menjajaki dunia luar. 



Ibu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya meskipun beberapa anak tidak menyadari hal itu. 

Luka-luka yang beliau terima dan dengan kasih lembut juga kelapangan hatinya, beliau memilih untuk terus memaafkan kesalahan anak-anaknya tersebut. 



Kerinduan-kerinduan masa kecil bersama teman-temannya. 

Kerinduan masa remaja yang bebas ingin berkelana kemanapun. 

Kerinduan akan kehidupan masa sekolah dan kisah cinta pertama yang begitu indah. 

Cerita nostalgia yang sering beliau bagikan; yang beberapa ceritanya sudah berulang kali diceritakan dengan mata yang berbinar.



Mungkin suatu saat nanti, ketika aku ada di posisi ibu dulu, aku juga akan bingung bagaimana caranya menjadi seorang ibu yang baik. Seperti apa definisi ibu yang baik di mata anak? 

Dan pastinya, kelak akupun masih membutuhkan sosok "ibu" di fase itu.  

Berharap ibu menemani, menyaksikan, membersamai kehidupan demi kehidupanku kelak. 



Aku masih membutuhkan sosok ibu ketika aku beranjak dewasa. 

Menemukan pasangan hidup kemudian melahirkan seorang buah hati yang lucu. 

Tidak ada yang bisa menandingi kebahagiaan ketika kamu melahirkan buah hatimu, kemudian kamu tersenyum. Karena ibumu masih ada membersamaimu di fase tersebut. 


Selagi masih ada ibu, maka seberat apapun hidup.

Semua akan baik-baik saja. 

Aku memahami, bahwa tidak semua perempuan bisa beruntung untuk merasakan hal itu. 



Tidak dipungkiri, ibu juga masih sangat membutuhkan peran seorang ibu ketika pertama kali menjadi seorang ibu. 

Se-tua apapun ibu, sama sepertiku; ibu masih membutuhkan sosok "ibu"

Sosok ibu yang menuntun anaknya, menjadi madrasah pertama, menjadi seseorang yang memiliki kasih sayang yang tak terhitung untuk buah hatinya. 



Komentar

  1. selagi masih ada ibu, pasti kita baik-baik aja.

    keren tulisannya, terus berkarya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer