Homo Sapiens yang Kurang Kerjaan
Seharusnya yang sulit itu dipermudah, bukan yang sudah mudah malah dipersulit.
Ada masanya kita sibuk mencari pembenaran; sibuk untuk memenangkan segala perdebatan; sibuk mencari validasi; sibuk memberitahu kepada dunia bahwa kita ada di pihak yang benar. Sibuk untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dibuat se-sibuk itu.
Sampai kita mulai sadar bahwa... tidak sepatutnya kita se-repot itu untuk membuat orang lain yakin dan percaya mengenai bagaimana sudut pandang, kondisi, masalah berat yang sudah atau sedang kita hadapi, hal apa yang tengah kita rasakan juga hal apa saja yang telah menimpa kita sehingga kita berubah menjadi sosok yang berbeda.
Mereka bebas menilai, berargumen menurut sudut pandang yang mereka ketahui, sesekali membenarkan tidak apa. Tetapi jika mereka tidak berniat untuk membuka mata mengenai sudut pandang yang lain ya tidak apa-apa juga.
`Kita tidak perlu sibuk mengurusi hal-hal yang tidak berada di bawah kendali kita.`
Menjadi orang yang sibuk untuk berdebat dengan isi kepalanya sendiri. Rasa-rasanya tubuh ini semakin jompo. Semakin mudah merasa lelah bahkan ketika fisik ini tidak sedang melakukan aktivitas apapun.
Sebenarnya apa sih yang di kejar? Pencapaian untuk diakui? Atau pencapaian untuk kepuasan diri sendiri?
Suatu saat kamu akan menyadari sesuatu, bahwa ada yang lebih penting dari opini mereka yaitu kemajuan dan pertumbuhan dirimu sendiri. Suatu saat kamu mulai menjalani hidup dengan ritmemu sendiri, menjalani hidup yang tenang dengan versimu sendiri. Sudah sangat lelah dengan segala permasalahan yang tidak ada faedahnya; terlebih masalah tersebut tidak berada di bawah kendalimu.
`Kamu baru menyadari bahwa tidak perlu repot-repot membuat orang lain memercayai sesuatu yang gak mereka yakini. Mereka hanya akan menyakini apa yang mereka percayai.`
Sesekali mungkin kamu bisa mencoba untuk berdebat; menjelaskan dan membenarkan sesuatu yang menurutmu salah dari penilaian mereka terhadapmu.
Tetapi, kamu juga perlu mengetahui. Mereka beropini; berkomentar dan berasumsi menurut apa yang mereka lihat dan percayai saja. Pastinya tidak sepenuhnya benar'kan? Semua yang mereka katakan tentangmu tidak berarti benar-benar ada di dalam dirimu dan tidak sepenuhnya mendefinisikan kamu.
`Semua yang ada di dalam dirimu itu kamu yang lebih mengetahuinya. Bagaimana dirimu yang sebenarnya tidak ditentukan dari apa yang mereka katakan.`
Jadi... Nikmatilah hidupmu. Tenaga dan energimu terlalu mahal untuk larut dalam perdebatan tak berujung se-lucu itu. Tidak perlu membuktikan kepada mereka kamu seperti apa, kamu orangnya bagaimana, biarkan mereka berasumsi sendiri.
Cukup buktikan kepada dirimu sendiri dan biarkan asumsi mereka yang menerka-nerka. Kamu gak akan bisa membuat semua orang senang.


Kok kyk nya ngena bgt di gwa:)
BalasHapusemang sengaja mau nyindir luwh sie:)
Hapustertampar skali teh 😫
BalasHapus